Daftar Isi

Linux Ubuntu !0.10(maverick meerkat)

 Secara software, Ubuntu 10.10 ini terasa tak banyak berbeda dengan versi sebelumnya, namun agak sedikit berat. Barangkali memang didesain untuk mesin-mesin terkini yang semakin canggih. Tampilan mukanya tidak banyak berubah kecuali background-nya yang khas Maverick Meerkat,
juga ada tambahan font khas Ubuntu yang menurut saya cukup nyaman dipandang. Namun, menilik ke dalam, tampilanya cukup banyak berubah menjadi semakin halus dan cantik, termasuk tampilan instalasi-nya. Aplikasi-aplikasi yang dibawa dalam paket perdananya itu masih sama dengan versi sebelumnya.
Install:
Install pertama di komputer Diki cukup lancar. Skrinsutnya ada di sana!!!.-D Proses installnya tentu saja menggunakan liveCD hasil bakaran file ISO donlutan itu. Semua lancar dan pada pembuka tertera bahwa Ubuntu 10.10 ini menggunakan grub versi 1.98 dan kernel Linux 2.26.35-22-generic.
Saya masih harus menambah beberapa kebutuhan alih-alih menggunakan network manager, saya lebih memilih menggunakan wvdial dlsb untuk berkoneksi internet (dan berbagi koneksi internet dial-up). Selain itu saya juga membutuhkan Gimp (software favorit saya untuk urusan olah gambar), dan plugin-plugin untuk membuat Ubuntu bisa digunakan untuk menyetel musik dan video dalam berbagai format.
Untuk urusan wvdial, kebetulan saya masih punya simpanan paketnya yang terdiri dari 5 paket seperti pada gambar di bawah ini. Kesemuanya diinstall satu per satu dimulai dari libxplc, libwvstreams base, libwvstreams extras, libuniconf, dan terakhir paket wvdial.
Paket ini memang agak kedaluwarsa karena saya ambil pada waktu menginstall wvdial untuk Ubuntu 9.04 Jaunty Jackalope. Namun jangan kuatir, tetap bisa digunakan dengan baik dan pada saat update dan upgrade pertama kali langsung diperbaharui.
Untuk urusan Gimp, setelah terkoneksi dengan internet, cukup menggunakan mantra “sudo apt-get install gimp”, dan tak berapa lama Gimp 2.6.10 terinstall dengan baik.
Yang agak aneh, ketika saya mencoba membuat USB Startup Disk di Ubuntu 10.10 yang sudah terinstall menggunakan sumber dari LiveCD hasil bakaran file ISO yang sama, ternyata USB Startup Disk bisa digunakan dengan baik. Ini menyemangati saya untuk segera menginstall di komputer-komputer lain, termasuk laptop jadul bermesin Seleyon yang saya gunakan sehari-hari.
Nah… Karena laptop saya ngikut koneksi komputer si Diki lewat berbagi koneksi via kabel UTP bercolokan RJ-45, ada sedikit perbedaan pada langkah/skrinsut ke-tiga;
Perbedaannya, karena laptop seleyon itu sudah terkoneksi, pada baris ke-3 “is connected to the internet” tercentang hijau.  Dua pilihan di bawahnya juga bisa dicentang agar Ubuntu yang diinstall langsung mengupdate paket informasi dan menyertakan software dari pihak ke tiga agar bisa langsung digunakan untuk menyetel musik dan video dalam aneka format.
Demikian pula ketika saya ingin menambahkan wvdial, tinggal ketikkan mantra “sudo apt-get install wvdial”. Beres deh!
Sekarang saya pun siap menggunakan Ubuntu 10.10 Maverick Meerkat untuk bekerja. (dance)
Dikutip Dari 



Artikel Terkait:

Labels:

0 comments:

:)) ;)) ;;) :D ;) :p :(( :) :( :X =(( :-o :-/ :-* :| 8-} :)] ~x( :-t b-( :-L x( =))

Posting Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Cari Blog Ini

Mengenai Saya

Foto saya
paron, jatim, Indonesia
Tetap semangat dan pantang menyerah karena kau puisi dan bunga dalam mimpiku !

Translate

English French German Spain Italian Dutch

Russian Brazil Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
Translate Widget by Google

Ayo Chatting !

Post Terakhir

Total Tayangan Halaman

Statistik

free counters